Google Merilis Cartographer Secara Open Source


Oleh Bram (bramanto)



Bram

I'm α dreαmer, leαrner αnd worker

@bramsheehan
http://bramanto.my.id


Belum lama ini Google telah merilis Cartographer secara Open Source. Mungkin masih banyak yang belum tau ataupun asing mendengar istilah Cartographer. Cartographer (Kartografi) merupakan sebuah library yang dapat digunakan untuk memetakan pergerakan benda dalam ruang baik itu 2D maupun 3D.

Cartographer merupakan sesuatu yang terintegrasi dengan Sistem Robot Operasi (ROS), dan itu sudah kompatibel dengan platform robot, termasuk Toyota Robot Manusia Support (HSR), TurtleBots, PR2, dan Revo LDS. James Kuffner, CTO di Toyota Research Institute, lengkapnya di HSR selama keynote di RoboBusiness 2016, mengatakan itu akan menjadi standar untuk Juli 2017 RoboCup di Nagoya, Jepang.

Cartographer menggunakan proses yang disebut SLAM (Simultaneous Localization and Mapping). , teknik yang biasanya digunakan untuk pemetaan lokasi baru dan Google kini menempatkan untuk memetakan apapun dari hotel ke museum.

Algoritma SLAM menggabungkan data dari berbagai sensor (mis LIDAR, IMU dan kamera) untuk secara bersamaan menghitung posisi sensor dan peta sensor Mei. Misalnya, pertimbangkan pendekatan ini untuk menggambar denah ruang tamu Anda:

  • Ambil pengintai laser, berdiri di tengah ruangan, dan menggambar X di selembar kertas.
  • Mengukur jarak dari tempat Anda berdiri untuk dinding apapun.
  • Menarik garis di atas kertas di mana dinding itu dan menuliskan jarak antara X (posisi Anda) dan dinding.
  • Mengukur jarak dari tempat Anda berdiri untuk dinding lain dan menambahkannya ke gambar juga.
  • Sekarang, pindah ke bagian lain dari ruangan.
  • Karena dinding (mudah-mudahan) tidak bergerak, Anda dapat mengukur jarak ke dua dinding yang sama untuk menentukan posisi baru Anda.

 

SLAM merupakan komponen penting dari platform otonom seperti mengemudi diri mobil, forklift otomatis di gudang, pembersih vakum robot, dan UAV.

Cartographer membangun peta global yang konsisten secara real-time di berbagai konfigurasi sensor umum dalam dunia akademis dan industri. Video berikut adalah demonstrasi Cartographer real-time penutupan loop: https://www.youtube.com/embed/-EQAJOoRqEQ

Sebuah penjelasan rinci tentang algoritma 2D Cartographer dapat ditemukan dalam paperICRA 2016. Berkat integrasi ROS dan dukungan dari kontributor eksternal, Cartographer siap untuk digunakan pada beberapa platform robot dengan dukungan ROS:

Di Google, Cartographer telah memungkinkan berbagai aplikasi dari museum pemetaan dan hub transit ke visualisasi baru dari bangunan terkenal. Kami mengakui nilai dataset berkualitas tinggi untuk komunitas riset. Itu sebabnya, berkat kerjasama dengan Museum Deutsches (museum teknologi terbesar di dunia), kami juga merilis tiga tahun LIDAR dan data IMU dikumpulkan menggunakan 2D dan 3D mapping ransel kami platform selama pengembangan dan pengujian Cartographer.

Berikut ulasan videonya : https://www.youtube.com/embed/DM0dpHLhtX0

Fokus kami adalah memajukan dan demokratisasi SLAM sebagai teknologi. Saat ini, Cartographer sangat terfokus pada LIDAR SLAM. Melalui pengembangan dan masyarakat kontribusi melanjutkan, kami berharap untuk menambahkan kedua dukungan untuk lebih sensor dan platform serta fitur baru, seperti lefelong maping dan penempatan dalam peta.

Dikutip oleh laporan Venturebeat, Damon Kohler, Wongfgang Hess, dan Holger Rapp menuliskan dalam blog post bahwa Google sedang fokus dalam memajukan dan mendemokrasikan SLAM sebagai sebuah teknologi. Dan, Cartographer saat ini sedang fokus pada LIDAR SLAM.

Google juga berharap dapat menambahkan dukungannya terhadap lebih banyak sensor dan platform sebaik fitur yang ditawarkannya. Salah satunya adalah pemetaan dan lokalisasi seumur hidup dalam peta yang sudah ada.

Google secara teratur mengeluarkan perangkat-perangkat yang dirilis secara open-source, sebagaimana perusahaan-perusahaan lain , termasuk Facebook, LidkedIn, Microsoft, dan lainnya. Dengan perilisan Cartographer akan membantu Google membawa lebih banyak orang untuk mempelajari SLAM dalam upaya mengembangkan sistem augmented reality Tango dan mobil Self-driving miliknya.

 

Sumber :

Gambar 1 , Gambar 2

https://teknojurnal.com/google-rilis-cartographer-secara-open-source/

https://opensource.googleblog.com/2016/10/introducing-cartographer.html

http://venturebeat.com/2016/10/05/google-open-sources-cartographer-3d-mapping-library/amp/

Dituliskan oleh Bram (bramanto) pada 13 Oktober 2016 dan telah dibaca sebanyak 868 kali.
Tag: cartographer, google, opensource

Beri Jempol · 15 jempol

berlangganan komentar



Komentar:

ur__DNA
131
52
· 7 bulan, 1 minggu yang lalu · 0 jempol

Walaw aku belum ngerti. Tp bersyukur aku bisa baca saja terlebih dahulu. Thx infonya mas @bram jadi nambah info seputar Alkhuwarizmi SLAM. 

deleted_user
298
7
· 6 bulan, 3 minggu yang lalu · 0 jempol

wah jadi nambah informasi baru nih

Silahkan masuk untuk menulis artikel atau komentar.




Artikel Lainnya


Da N Bo

14 Oktober 2016

Tips Belajar Programming

Sebenernya sih Programing itu gampang-gampang susah, tapi banyak yang bilang lebih banyak susahnya *termasuk ane juga. Tapi Belakangan ini ane nemu beberapa tips ampuh buat belajar programing yang bisa agan ...

Lanjutkan membaca

4 menit bacaan · beginner



Ganis

25 September 2016

Rangkuman CodeSaya Meetup 1.0 Jakarta

Meetup CodeSaya yang pertama telah berhasil diadakan! Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, tapi ya namanya versi 1.0, masih banyak bugsnya ^^. Semoga di versi berikutnya akan lebih baik lagi. Meetup ...

Lanjutkan membaca

10 menit bacaan